Betta Breeding
Betta Feeding
Betta Fish Care
Betta Genetics
Betta Problems
Home » Betta Form

Cupang Hias jenis Serit (Crowntail) masih yang Terfavorit

Submitted by on 22 June 2010 – 00:56

Jika kemarin saya menulis posting yang menyinggung keluhan rekan atas lesunya pasar cupang hias akhir-akhir ini. Berikut saya coba membayarnya dengan optimisme 🙂 Dalam posting tersebut tersurat bahwa ‘supai cupang hias kian melimpah’, ketika kita menanggapinya secara positif ini bisa diartikan bahwa Popularitas ikan cupang hias kian berkilau seiring dengan semakin beragamnya corak ikan cupang. Dalam jangka pendek memang bisa dikatakan over suplai, namun jika kita melihatnya dalam horison waktu yang jauh ke depan ini bisa menjadi keunggulan komparatif yang membuat pasar ikan cupang tidak seperti ikan hias lainnya karena keragaman (warna dan bentuk terutama).

Terkait soal warna dan bentuk cupang hias, dari sudut strategi produksi komoditi, peternak nampaknya perlu membaca trend ke depan, kira-kira cupang hias jenis apa yang memiliki pangsa pasar bagus. Kutipan saya dari sebuah media meyatakan  demikian.

Ikan cupang hias jenis serit (crown tail) yang asli Indonesia, misalnya, banyak diburu oleh konsumen dari Asia, Amerika Serikat, dan Kanada. Ikan dengan ekor menyerupai sebuah mahkota itu harganya bisa mencapai Rp 1 juta per ekor. ”Ikan cupang serit dari Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan produk serupa dari luar negeri,” ujar Hendy Wijaya, pembudidaya ikan cupang hias. (Kompas.Com)

Budidaya cupang jenis serit atau crowntail ini memiliki tantangan tersendiri, inilah yang menyebabkan tidak banyak pembudidaya yang memijahkan cupang serit seperti membudidayakan cupang jenis lainnya. Kendala yang sering dihadapi diantaranya, masalah PH (keasaman) air, kesadahan yang sering menjadi pemicu rays/tulangan pada sirip ikan menjadi kering, keriting atau loyo. Nah, kita (peternak) mestinya melihat hal ini justru sebagai tantangan, ini ceruk pasar yang bisa dibilang masih ekslusif. Siapa serius, ulet dan telaten pasti akan membuahkan hasil dalam budidaya cupang hias serit yang masih tervaforit ini.

Leave a comment

Add your comment below. You can also subscribe to these comments via RSS

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar