Betta Breeding
Betta Feeding
Betta Fish Care
Betta Genetics
Betta Problems
Home » Betta Problems

Gigit Ekor, Sirip Bettaku Rusak

Submitted by on 5 April 2010 – 08:35

Pengalaman sangat berharga dari pengiriman betta minggu lalu (akhir Maret 2010). Ketika membuka paket berisi empat female betta dragon, satu diantaranya dijumpai rusak ekor, siripnya sobek, padahal waktu order dan lihat display di lapak si breeder, enggak pesan pake sambal sobek ekor dikit. Setelah dikonfirmasikan kepada pengirim, beliau menjawab “kelaperan mungkin boss… biasa perjalanan jauh, sering terjadi itu”. Penjelasan ini bisa saya terima sih..masuk akal juga, meski sedikit masih tergores rasa kecewa. Sama halnya seperti saya, sebagian besar bro & sist pasti tertarik memiliki betta atau cupang karena keelokan sirip-siripnya, lalu bagaimana jika, ikan yang diidamkan tersebut rusak sirip 🙁

Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan kerusakan ekor tersebut kerap terjadi, selain dari penjelasan breeder di paragraf di atas? diantaranya coba saya kompilasikan informasi –-hasil googling— sebagai berikut.

Rusak ekor yang disebabkan beberapa betta ditempatkan dalam satu wadah, Hal ini sudah banyak disadari oleh para hobiis, bahwa betta atau cupang merupakan jenis ikan soliter yang tidak bisa dipelihara dalam satu tempat secara bersama-sama dengan betta lainnya. Dalam satu wadah, mereka akan saling menyerang, dan inilah yang menyebabkan kerusakan ekor terjadi.

Penyebab selanjutnya adalah karena stess, iya.. betta juga bisa mengalami stress. Kondisi seperti ini kerap ditemui pada ikan-ikan dalam paket pengiriman. Selama ditempatkan dalam plastik berkoksigen, dengan kondisi wadah yang sempit dan gelap, disertai guncangan mengakibatkan si cupang stress, terkadang posisi ekor menyentuh kepala betta, secara naluriah ia coba mempertahankan diri dan ternyata yang dihadapinya adalah ekornya sendiri.

Pemberian pakan yang cukup dan higienis juga bisa mengurangi resiko gigit ekor pada betta, ikan yang dibiarkan terlalu lama tanpa pakan, atau kondisi air yang kotor juga bisa menjadi pemicu betta menjadi stress, dan akhirnya si ikan menggigit ekornya sendiri.

Selain beberapa hal yang telah disebut, ternyata gigit ekor atau ‘tail bitting’ juga bisa disebabkan karena faktor genetik lho. Setiap betta ternyata menyimpan potensi sifat ini, kemunculan sifat agresif merusak seperti ini diperparah (dirangsang) oleh faktor eksternal yang tidak kondusif, lagi-lagi hal yang menyebabkan si ikan menjadi stress dan berakhir dengan gigit jari ekor.

Tags: , ,

4 Pingbacks »

    Leave a comment

    Add your comment below. You can also subscribe to these comments via RSS

    Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

    You can use these tags:

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

    This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar