Kenapa Betta Splendens Dikenal Juga sebagai Siamese Fighting Fish
Sebagian Newbie hobiis Betta Splendens atau Cupang mungkin baru-baru saja mengenal dan mengagumi keelokan ikan peliharaan tersebut setelah cupang mulai merambah sosial media pertemanan semacam facebook. Namun sebenarnya patut kita ketahui bahwa telah ratusan tahun lalu cupang dipelihara dan dibudidayakan. Sekitar 200 tahun yang lalu di Siam Thailand, masyarakatnya telah mengenal dan menyukai pertarungan betta / cupang dan dari situlah betta / cupang mulai menanjak pamornya.
Kegilaan pada jenis ikan ini menyebabkan warga Siam Thailand mempertaruhkan segala yang dimilikinya. Karena begitu populernya, konon, sampai-sampai Raja Siam mengumpulkan para petarung beserta koleksinya. Dan dibuatlah peraturan dan pajak mengenai adu ikan cupang. Betta Splendens asal siam ini –dahulu—tak secantik dan sehebat ikan cupang yang kita temui di halaman-halaman facebook saat ini. Cupang pada masa itu didominasi warna gelap dan suram. Sama sekali tidak menonjolkan sisi keindahan. Ikan ini mudah ditemui di parit atau sawah milik masyarakat Thailand dan Malaysia.
Betta/cupang liar yang asli memiliki warna coklat kehijauan kotor dan sirip yang cukup besar untuk membuat mereka tetap berenang. Tidak ada sirip ekor yang menjuntai. Namun justru dari sinilah evolusi pemuliaan cupang dimulai. Kegilaan yang amat sangat membuat masyarakat bereksperimen mengembangkan menjadi lebih baik. Hingga pada perkembangannya kita kini mengenal Betta Splendens dengan jenis Halfmoon, Crown Tail, Double Tail, Plakad dan varian lainnya.
Keyword Pencarian untuk Artikel ini:
cupang liar, aturan adu cupang, Peraturan ikan cupang adu, ikan cupang siam, Jenis2 ikan cupang(siem), macam warna cupang, peraturan adu cupang, Peraturan untuk adu ikan cupang, pertaruan ikan berta,Tags: cupang, sejarah betta splendens, siamese fighting fish
