Betta Breeding
Betta Feeding
Betta Fish Care
Betta Genetics
Betta Problems
Home » Opini

Ngimpi Jadi Eksportir Cupang Hias :)

Submitted by on 17 November 2010 – 22:05

Semua dari kita pasti sepakat bahwa potensi keanekaragaman hayati khususnya ikan hias Indonesia cukup besar. Siapa yang tak pernah terfikir, singkat kata ‘memimpikan’ menjadi eksportir besar nan sukses dengan memanfaatkan secara optimal ‘kekayaan’ potensi hayati tersebut? Retoris bukan? termasuk mungkin kami yang kini lagi ‘gandrung’ dengan budidaya cupang hias (betta splendens – latin), yang juga ‘ngimpi pengen jual cupang sama bule’ 🙂

Memang benar, ekspor ikan hias Indonesia ke pasar mancanegara telah berlangsung tahunan lalu sampai saat ini, namun siapa peduli bahwa porsi market share kita cuman secuil, kalah jauh dengan Singapura dan Thailand sebagai contoh 🙁

Kecilnya ‘porsi kue’ eksportir ikan hias Indonesia secara umum tersebut bukan sebab rendahnya produktivitas. Hal tersebut justru terjadi karena minimnya support pemangku kebijakan legal (pemerintah-red) terkait perihal administratif lah, maupun minimnya edukasi pada para petani ikan hias yang sangat awam akan dunia ekspor-impor seperti kami ini :(. Akibatnya dampak bottle neck pada pemasaran ikan hias pun sampai saat ini terjadi, potensi dan produksi melimpah namun pangsa pasar masih itu-itu saja, dengan jumlah yang kian terbatas.

Menengok sekilas perkembangan ekspor ikan hias Indonesia, sebenarnya Indonesia telah menjadi eksportir ikan hias sejak 1970-an. Pasarnya Singapura dan Hongkong, dengan nilai ekspor sekitar US$ 100.000 setahun. Dari dua negara tersebut ikan hias Indonesia diperdagangkan ke seluruh penjuru dunia. Menurut data, tercatat tidak kurang dari lima puluh negara sudah menjadi pasar ikan hias Indonesia. Tapi, karena melalui tengkulak di Singapura dan Hongkong, devisa yang kita peroleh dari perdagangan ikan hias internasional ini tidak terlalu besar.

Ironisnya, Singapura justru mengungguli Indonesia dalam hal statistik neraca perdagangan ikan hias. Mereka mendominasi pasar Eropa sampai 25%, sementara ekspor Indonesia ke sana cuma tercatat 9%. Singapura juga memegang 30% pangsa ikan hias Amerika, sementara Indonesia hanya 6%. Namun, sebagian eksportir Indonesia rupanya sudah puas dengan memasok ikan hias pada para pembeli Singapura. Padahal, para eksportir Singapura ini bisa menjual kembali dengan harga berlipat-lipat ke pembeli di negara lain.

Apakah praktik jual-beli melalui ‘tengkulak’ yang dilakukan oleh Petani ikan hias Indonesia tersebut salah? Wajar saja mungkin, kesenjangan wawasan dan hambatan birokrasi-administratif dalam ekspor-impor ikan hias menjadi picu bagi petani kita mengambil jalan pintas menjual produknya kepada eksportir-importir Singapura.

Melalui tulisan ini, kami sama sekali tak bermaksud menafikan apa yang telah diberikan oleh pemerintah dalam upaya mendukung kemajuan dunia ikan hias di Indonesia, contoh simbolisnya diantaranya pendirian raiser-sentra promosi ikan hias di beberapa wilayah. Namun, apakah telah efektif dan cukup dengan hanya pendirian sarana/infrastruktur fisik seperti itu? Yang petani ikan hias Indonesia butuhkan kiranya adalah dukungan yang berkesinambungan dan ‘mengakar’.

Pemerintah harus tahu apa yang menjadi kebutuhan sampai tingkat petani-petani kecil (tidak hanya untuk eksportir ikan hias berskala besar). Memberikan akses informasi dan infrastruktur seluas-luasnya terkait ekspor-impor ikan hias di Indonesia, lebih intens lagi dalam mempromosikan kekayaan ragam hayati ikan hias dari negeri ini, dan yang paling mendesak menurut kami adalah ciptakan kemudahan-kemudahan dalam kepengurusan perijinan misalnya, yang selama ini dikenal paling ‘ribet’ dalam rantai ekspor ikan hias Indonesia 🙂

Semoga saja, Ngimpi kami menjadi eksportir cupang hias sukses bisa terwujud, tentu juga perlu dukungan baik dari Pemerintah negeri ini, Amien 🙂

Tags: ,

Leave a comment

Add your comment below. You can also subscribe to these comments via RSS

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar