Betta Breeding
Betta Feeding
Betta Fish Care
Betta Genetics
Betta Problems
Home » Opini

Pasar Cupang, Piala Dunia Afrika dan Kabar Krisis Yunani

Submitted by on 21 June 2010 – 06:05

Setelah beberapa posting menyinggung dasar-dasar breeding cupang hias, soal pakan, dan sedikt tentang genetik maupun pigmentasi warna betta splendens. Kami tergelitik untuk coba membahas sedikit tentang kondisi pasar komoditas ikan hias khususnya cupang hias seiring bergulirnya demam bola yang dipicu penyelenggaraan pentas akbar Piala Dunia Afrika 2010.

Beberapa hari yang lalu, seorang rekan mengeluhkan “Mas, ngerasa nggak kalo pasar cupang sekarang sudah mulai lesu….., (stok) ikan numpuk tapi susah ‘keluar’ nih…”. Kata kunci dari keluhan tersebut adalah “Pasar Cupang Lesu”. Saya coba menanggapi keluhan tersebut dengan sugestif positif, karena saya juga kurang lebih sama merasakan lesunya pasar cupang, namun bedanya kondisi ini bagi saya adalah “sedang lesu”, yang jika ditafsirkan (kata ‘sedang’ tersebut) memiliki makna temporary.

Saya teringat kemudian dengan diskusi rekan “trading” beberapa waktu sebelum terselenggaranya Piala Dunia Afrika 2010. “Mas, prediksinya, pasar modal bakal lesu di saat piala dunia digelar, jadi pergerakan IHSG bakal sideways nih nampaknya…”. Prediksi tersebut pun bagi saya adalah hal yang masuk akal, karena mungkin spekulan atau bandar besar hot money mengalihkan sebagian portofolionya ke arena taruhan skor atau model taruhan lain dengan underlaying asset arena kompetisi piala dunia. Atau…. mereka kesiangan, karena begadang semalaman untuk nonton setiap pertandingan, hingga nggak sempat trading di siang harinya… hehe… terkesan mengada-ada..namun masuk akal juga.

Kedua kondisi yang telah saya singgung (lesunya pasar cupang dikaitkan dengan gelaran piala dunia afrika serta kondisi pasar modal yang sideways karena piala dunia) merupakan kondisi yang kausatif, meski tidak mutlak, karena pada kasus lesunya pasar cupang dan pasar modal yang bergerak sideways juga berperan faktor-faktor lain, yang juga mesti kita fahami.

Pada pasar cupang, komoditi cupang hias khususnya bukanlah komoditi daily seperti ketika orang mengkonsumsi beras atau lebih dekat bandingannya adalah ikan konsumsi. Mungkin saja, lesunya pasar akibat oversupply sementara demand yang mulai berkurang, karena hobiis hampir seluruhnya memiliki cupang idaman. Bagaimana dengan munculnya hobiis-hobiis pemula atau baru. Iya, ini hal yang sangat mungkin, namun mungkin pertumbuhannya tidak sebesar bertambahnya jumlah breeder serta volume produksi breeding yang semakin pesat meningkat. Belum lagi faktor berita krisis keuangan yunani (eropa), yang mungkin juga menyebabkan masyarakat lebih “logis” mengedepankan keterjaminan tersedianya kebutuhan pokok ketimbang membeli cupang yang harganya bisa sampai ratusan ribu bahkan jutaan….hehe…

Di sinilah sebenarnya peran “trigger”, misalnya penyelenggaraan kontes cupang mampu mendorong penetrasi pasar (dalam kondisi pasar yang kondusif) atau paling tidak mengimbangi kelesuan ini. Selain itu, kita bersama-sama juga patut mengevaluasi, dari aspek komoditi, sistem distribusi, dan bahkan strategi “marketing” yang selama ini dijalani. Terkesan muluk-muluk ya Sob… Saya harap sih tidak. Dari aspek komoditi, jangan pernah patah arang untuk terus mencetak cupang-cupang yang berkualitas meski pasar kini tengah lesu. Dari aspek marketingnya..kita sepertinya mesti lebih kreatif “mengemas” cupang sebagai komoditi yang atraktif. Dengan hal ini tidak mungkin ceruk pasar cupang yang masih sempit ini bisa kian melebar.

Semoga sobat hobiis, rekan-rekan breeder memiliki optimisme yang sama atau lebih dari yang saya rasakan. Karena, pada dasarnya setiap komoditi memiliki trend siklus yang berulang termasuk komoditi cupang hias yang tengah kita perbincangkan. Seperti analis penganut teknikal menggambarkan grafik pasar, ada kalanya mereka menghadapi grafik bearish, ada masanya juga mereka melihat grafik bullish. Namun demikian, kondisi bearish dan bullis tersebut tidak hanya sekedar tarikan garis turun dan naik tapi itu juga terkait dengan cerminan bagaimana kita meletakkan fundamen-fundamen yang baik bagi “industri cupang” ini…

Selalu optimis Sob…jangan pernah berhenti untuk belajar… dan pantang mundur untuk kemajuan cupang hias Nusantara 🙂

Leave a comment

Add your comment below. You can also subscribe to these comments via RSS

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar