Betta Breeding
Betta Feeding
Betta Fish Care
Betta Genetics
Betta Problems
Home » Betta Genetics

Pengetahuan Dasar tentang Genetik Betta Splendens

Submitted by on 2 July 2010 – 06:09

Dalam melakukan pemijahan selektif (selective breeding) cupang hias atau betta splendens. Unsur genetik merupakan faktor kunci yang memerlukan perhatian lebih. Dari hasil pencarian kami beberapa terminologi genetik yang perlu diketahui oleh pembudidaya, kami jabarkan sebagai berikut (mohon maaf sebelumnya, sebagian besar terminologi kami tuliskan dalam bahasa dan penjabaran aslinya. Yah…sedikit usaha keras berfikir ndak apa-apa ya bro..).

DNA:    Deoxyribonucleic acid, the heritable material of an organism.

Gene:   The units of inheritance that transmit information from parents to offspring.

Chromosome:   A long threadlike association of genes in the nucleus of all eukaryotic cells which are visible during meiosis and mitosis. A chromosome consists out of DNA and proteins. An organism always has 2n chromosomes, which means that all chromosomes are paired.

Genotype:   This is the genetic makeup of an organism: the genes (ini yang sering disebut sebagai gen/faktor genetik yang mempengaruhi tampilan fisik dan perilaku psikologis makhluk hidup)

Phenotype:   The physical and physiological traits of an organism. These are influenced by genetic makeup (genes) and surrounding (merupakan penampakan fisikan maupun psikologi pada organisme, yang kehadirannya dipengaruhi oleh faktor genotype / gen).

Allele:   Another word for gene. Each chromosome has a copy of this allel, thus a gene-pair (istilah lain untuk gen)

Homozygous:   This term indicates that an organism has two identical alleles at a single place on a chromosome. This results in an organism that breeds true for only one trait (untuk mengindikasikan bahwa dalam sebuah organisme terdapat dua allel / gen yang identik pada suatu tempat dalam kromosom)

Heterozygous:   This term indicates that an organism has two different copies of a gene on each chromosome (untuk mengindikasikan sebuah organisme yang memiliki dua allel yang berbeda dalam tiap tempat pada kromosomnya).

Dominant gene:   In a heterozygote, this allele (gene) is fully expressed in the phenotype. In genetic schemes, these genes are always depicted with a capital letter (merupakan sifat genetik dimana dalam kondisi heterozigot, sifat gen tersebutlah yang menampakkan diri dalam tampilan fisik maupun psikologis / fenotipe. Sifat gen dominan ini seringkali disimbolkan dengan huruf kapital).

Recessive gene:   In a heterozygote, this allele (gene) is completely masked in the phenotype. In genetic schemes, these genes are always depicted with a lower case letter ( untuk menunjukkan sifat gen bawaan dalam kondisi heterozigot, dimana sifat gen ini tertutupi oleh gen dominan yang muncul pada penampakan fisik dan psikologinya / fenotipe)

Intermediair gene:   This is when in a heterozygote, an allele (gene) is not fully masked in the phenotype. You can already see some of the characteristics of the gene.

Demikian sekelumit terminologi dasar mengenai genetic terkait budidaya cupang hias yang perlu kita perhatikan dalam melakukan selective breeding 🙂

Tags: , , , ,

17 Pingbacks »

    Leave a comment

    Add your comment below. You can also subscribe to these comments via RSS

    Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

    You can use these tags:

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong> 

    This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar