Pigmentasi Warna pada Cupang (Bagian-3)
Dibalik pakan suplemen pendukung performa cupang, yang masih relatif mahal karena sebagian besar masih produk impor. Ada sebuah penelitian yang pernah dilakukan dalam rangka membuat terobosan baru untuk menghasilkan suplemen yang murah namun tidak kalah dalam hal kualitas. Pemanfaatan limbah kulit udang yang dihasilkan dari produsen terasi sebagai bahan utama pembuatan suplemen untuk cupang. Namun sayang dalam literatur yang kami baca, tidak kami dapati asal atau oleh civitas mana penelitian atau eksperimen tersebut dilakukan.
Intinya, jika dikaitkan dengan pigmentasi warna pada cupang, diketahui bahwa kulit udang banyak mengandung protein dan kitin (Kariada et al, 2005). Salah satu kandungan proteinnya adalah karoten yang berdasar penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa karoten mampu meningkatkan warna ikan. Menurut Susana Widjaja (1993), salah satu pilihan sumber protein adalah tepung limbah udang. Tepung limbah udang merupakan limbah industri pengolahan udang yang terdiri dari kepala dan kulit udang. Proporsi kepala dan kulit udang diperkirakan antara 30-40% dari bobot udang segar.
Dari sinilah kemudian kami makin mengerti mengapa sebagian rekan hobiis memberikan pakan daging udang pada cupangnya. Termasuk pemberian pakan arthemia pada burayak cupang khususnya dan arthemia sebagai pakan ikan hias pada umumnya, karena arthemia merupakan bagian dari “keluarga” udang dengan ukuran sangat kecil
Keyword Pencarian untuk Artikel ini:
suplement warna untuk ikan cupang, kandungan gizi microworm, cara memberi microworm pada anakan ikan, penelitian warna ikan cupang pdf, baikkah udang untuk pakan ikan cupang, terasi sebagai pakan ikan hias, penelitian tentang cupang, penelitian cupang, manfaat microworm, jual makanan ikan cupang spirulina,Tags: cupang hias, pigmen warna, warna cupang

